Santo Damian dari Molokai

Istimewa

Santo Damian dari Molokai

Pada tanggal 11 Oktober 2009 ini Bapa Suci Benediktus XVI mengkanonisasi Pater Damian dari Molokai sebagai Santo Damian dari Molokai. Pengudusan Gereja akan hidup dan karya Pater Damian paripurna sudah setelah Paus Yohanes Paulus II sebelumnya menggelarinya Beato pada 4 Juni 1995.

Pater Damian adalah seorang misionaris Belgia di pulau Molokai, Hawai. Ia dihormati sebagai “rasul para penderita kusta”. Ia lahir pada tanggal 3 Januari 1840 di Tremeloo, Belgia dan diberi nama Josef de Veuster. Sebagai anak seorang pedagang kaya raya, Josef dididik untuk menjadi pedagang seperti ayahnya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Wechter dan pendidikan praktis di perkebunan keluarga di Ninde, ia dikirim ke sebuah Kolose di Braine-le-Comte, Belgia, untuk memahirkan ketrampilannya di bidang perdagangan.

Meski demikian, selama berada disana pada tahun 1858, ia memutuskan untuk menjadi imam. Orang tuanya mengabulkan permohonannya untuk memasuki Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus dan Maria (SS.CC), kongregasi saudara kandungnya August. Pada bulan Januari 1859, Yosef masuk novisiat dari serikat itu di Louvain, Belgia. Ia mengucapkan kaulnya pada tanggal 7 Oktober 1860 di rumah induk biara di Paris dan menerima nama biara: Damian. Semula ia hanya akan diterima sebagai bruder saja. Tetapi atas dorongan kakaknya August, yang sudah menjadi imam dalam serikat itu, Damian terus belajar bahasa Latin dan Yunani serta tekun belajar ilmu-ilmu lainnya. Ketekunannya meyakinkan atasan, sehingga ia diijinkan belajar filsafat di Paris dan kemudian kembali ke Leuven untuk belajar teologi.

Sementara Damian belajar, kakaknya yang segera berangkat ke kepulauan Hawai terserang penyakit tipus. Lalu Damian meminta untuk menggantikannya walaupun ia belum di tahbiskan menjadi imam. Pemimpin tertinggi serikat itu mengabulkan permohonannya dan pada tanggal 29 Oktober 1863, ia berangkat ke Hawai. Ia tiba disana pada 19 Maret 1864 dan pada tanggal 21 Mei 1864 ia ditabhiskan menjadi imam di gereja Katedral Bunda Perdamaian di Honolulu, Hawai. Sebagai imam baru, Damian ditugaskan untuk melayani umat di stasi Puna, Kohala dan Hamakua selama beberapa tahun. Selama bertugas disana, perhatiannya lebih diarahkan kepada kondisi para penderita kusta yang diisolasikan Kerajaan Hawaii di perkampungan Kalaupapa di pulau Molokai. Di daerah koloni yang secara geografis terpisah itu tidak ada seorang dokter dan imam yang tinggal menetap untuk melayani para penderita kusta itu. Karena itu, pater Damian mengajukan permohonan kepada Uskup untuk menjadi misionaris untuk para penderita Kusta di Molokai itu. Untuk itu, ia mempersiapkan diri secukupnya dalam hal ketrampilan merawat orang sakit, mulai dari membalut luka sampai memotong anggota badan yang membusuk.

Pater Damian tiba di perkampungan kusta itu pada tanggal 10 Mei 1873 di mana Uskup Maigret memperkenalkannya kepada 816 orang penderita kusta sebagai “seorang yang akan menjadi ayah bagi kalian, yang mencintaimu sedemikian besarnya hingga dia tidak ragu untuk menjadi salah satu dari kalian; hidup dan mati bersama kalian.” Disana ia giat mewartakan Injil dan mengajar agama, menghibur dan merawat orang-orang kusta bahkan mengubur mereka. Ia merintis pembangunan jalan raya, pipa air, rumah yatim piatu dan gereja-gereja. Ia berkarya disana dengan bantuan dua orang awam, juga satu kelompok suster-suster Fransiskan dari Syracuse, New York dan seorang pastor dari Belgia. Kehadiran Pater Damien sungguh menjadi titik balik dalam kehidupan di komunitas yang disingkirkan negerinya. Komunitas yang semula hidup tanpa adanya penegakan hukum, berubah menjadi lebih teratur dari sebelumnya, gubuk gubuk tinggal mereka diperbaiki dan menjadi rumah yang sederhana tapi nyaman dan sehat. Pertanian dan perkebunan diatur menjadi lebih baik.

Pater Damien menyadari resiko terbesarnya: tertular penyakit kusta itu sendiri. Dalam catatan hariannya di bulan Desember 1884, ia menulis bahwa ia tidak dapat merasakan suhu air hangat saat mencuci kakinya di malam hari karena ia sudah tertular kusta. Walaupun demikian Pater Damian tidak berhenti membangun rumah-rumah bagi para penderita kusta lain di pulau itu.

Di saat-saat dengan tangan tergantung di dada, kaki terbebat dan jalan terseret, Pater Damian masih sanggup menyelesaikan banyak hal demi cintanya kepada komunitas penderita kusta ini. Hingga ia tak sanggup berjalan lagi dan harus menjalani rawat inap sepenuhnya pada tanggal 23 Maret 1889. Ia mengetahui saat akhirnya segera tiba. Pater Damian mengaku dosa dan memperbaharui kaulnya pada tanggal 30 Maret 1889. Keesokan harinya ia menerima komuni suci dan Sakramen Perminyakan Orang Sakit.

Setelah turut menanggung derita sakit selama 5 tahun, Pater Damian meninggal dunia pada pagi hari pukul 8:00 tanggal 15 April 1889 pada usia 49 tahun. Kurang lebih satu abad kemudian, yaitu pada tahun 1936, jenazah Pater Damian dipindahkan dari kuburnya di Molokai ke tanah airnya Belgia dan disemayankan di pekuburan nasional St. Yosef di Leuven.

Hingga kini Pater Damian merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Hawaii dan Gereja Katolik karena cinta dan dedikasinya bagi orang-orang yang dibuang. Patung untuk menghormatinya dibangun di muka Gedung Capitol Hawaii. Yayasan Damien dan Damien Centers didirikan untuk membantu para penderita HIV/AIDS. Sekolah-sekolah didirikan dengan namanya. Dalam Gereja Katolik, lambang yang melekat padanya adalah sebatang pohon dan seekor burung merpati. DI Indonesia, namanya diabadikan antara lain di gereja Beato Damian, Bengkong – Batam dan RS Lepra Beato Damian, Lewoleba, Lembata – NTT.
Uskup Pangkalpinang Mgr Hilarius Moa Nurak SVD, Minggu, meresmikan pengggantian nama Gereja Katolik Beato Damian di Bengkong Kota Batam menjadi Gereja Katolik Santo Damian Penggantian tersebut menyesuaikan dengan gelar santo (orang kudus) yang dianugerahkan Paus Benediktus XVI di Vatikan Joseph Damian de Veuster SS.CC (1840-1889).  Pastor Johan Rita Wongso SS.CC dari Gereja Santo Damian Batam mengharapkan dengan penggantian nama Gereja dari Beato ke Santo Damian akan banyak menginsiparasii umat untuk hidup penuh doa agar dikuatkan Allah untuk berperan serta dalam perdamaian dunia.

Bagai Rajawali

Bagai Rajawali

Hanya kepadaNya ku kan berlari

Di saat ku bimbang dalam hidupku

Yang aku percaya dalam hadiratNya

Ada kekuatan yang baru

Walau ku melangkah dalam tekanan

Badai pencobaan datang menghadang

Yang kupercaya dalam hadiratNya

Ada kekuatan yang baru

Reff :

Ku kan terbang tinggi bagai rajawali

Di atas segala persoalan hidupku

Dan aku percaya saat ku bersama Dia

Tiada yang mustahil bagi Dia.

Bapa Yang Kekal – Lirik

Bapa Yang Kekal – Lirik

Labels: Indonesia, Lyric

D A/C#

Kasih yang sempurna

Bm F#m G

Telah kuterima dari-Mu

Em A

Bukan karena kebaikan-Mu

D A/C#

Hanya oleh kasih karunia-Mu

Bm F#m G Bm

Kau pulihkan aku, layakanku

A

‘Tuk dapat memanggil-Mu, Bapa

Reff:

D A/C#

Kau bri yang kupinta

Bm7 F#m7

Saat ku mencari, ku mendapatkan

G D/F#

Kuketuk pintu Mu, Kau bukakan

E7 E/Ab A

S’bab Kau Bapa ku, Bapa yang Kekal

D A/C#

Tak kan Kau biarkan

Bm7 F#m7

Aku melangkah hanya sendirian

G F#m

Kau selalu ada bagi ku

Bm Em A D

S’bab Kau Bapa ku, Bapa yang Kekal

Jadi Seperti-Mu

Jadi Seperti-Mu

Vocal by: True Worshippers Youth

Music and lyrics by Andre Hermanto

Do = F

Pop rock (= 80)

F C

Bapa Kau setia

Dm Bb

Tak kan meninggalkan

F C Bb

Dan ku percaya Engkau milikku

Bb

Dan ku milikMu

F C Dm Bb

Kerinduanku tinggikan nama-Mu

F C Gm

Kar’na ku tahu Engkau dalamku

C

Dan ku dalam-Mu

Reff :

F C/E Dm Am

Ubah hatiku seputih hati-Mu

Bb F/A

Setulus salib-Mu

Gm C

Kasih-Mu Tuhan

F C/E Dm Am

Biar mataku seperti mata-Mu

Bb F/A

Pancarkan kasih-Mu

Gm C F

Ku mau jadi. . . . . seperti-Mu

Undangan dan Mohon Dukungan

Kami segenap Panitia Lustrum 3 Gereja Katolik Santo Damian Bengkong, Batam memohon dukungan dan doa restu dalam rangka kegiatan rohani yaitu Doa Rosario 15 Jam Non Stop.

Doa Rosario 15 Jam Non Stop di Gereja Santo Damian Bengkong yang melibatkan umat & pastor serta suster dan para biarawan/biarawati 4 Paroki se-Batam

Kegiatan akan diadakan dengan Misa pembukaan pukul 17.00 tanggal 29 Mei 2010 dan ditutup dengan misa penutup 30 Mei 2010 pukul 08.00. Mohon Doa dan Dukungannya.

Info lebih lanjut : Bp. Ignas (0778-7031540) Bp. Vincent (0778-7036645)

Bagi saudara/i yang ingin menyampaikan wujud doa mohon email :clater_saint_damian@yahoo.co.id

Dan kami juga mengundang dan mengajak seluruh umat Katolik yang ingin berpartisipasi secara langsung atau yang ingin datang mengikuti Doa Rosario 15 Jam Non Stop ini.

Bersifat umum untuk seluruh umat Katolik terutama daerah Batam, Kepri dan sekitarnya. Terima Kasih Tuhan Memberkati kita semua. Amin

Andaikata Yesus Jadi Gubernur

Andaikata Yesus Jadi Gubernur

Naskah berikut ini merupakan wawancara antara seorang wartawan dengan Yesus yang diumpamakan saat itu sedang menjadi Gubernur di sebuah kota. Saat itu semua warga kota memperingati hari ulangtahun- Nya yang selalu dirayakan pada tanggal 25 Desember, khususnya warga gereja.

Pagi tadi sejumlah wartawan ibukota menunggu kedatangan Gubernur di tangga Balai Kota. Seturunnya dari mobil Mercy hitam, Gubernur segera dikerumuni para wartawan yang mengucapkan selamat berkenaan dengan ulang tahunnya pada hari ini, tanggal 25 Desember. Dengan cepat pula para wartawan mengajukan pertanyaan kepada Gubernur yang tampaknya sudah tergesa-gesa ingin masuk.

Wartawan kami merekam tanya jawab antara wartawan (W) dengan Gubernur (G) sebagai berikut:

W : Pak Gub, kemarin malam dan hari ini semua Gereja di kota ini merayakan ulang tahun Bapak. Bagaimana perasaan Bapak?

G : Biasa saja.

W : Gereja-gereja mana saja yang kemarin malam Bapak kunjungi?

G : Satu pun tidak saya kunjungi. Kemarin malam saya diam di rumah.

W : Lho, bukankah Bapak tamu VIP?

G : Saya tidak senang melihat mereka yang suka duduk di sofa yang empuk dan bagus di baris terdepan.

W : Tapi Pak, mereka berdoa.

G : Mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang, padahal mereka menelan rumah janda-janda dan menggusur rumah orang lain seenaknya.

W : Jadi, Bapak tidak setuju orang beribadah?

G : Saya tidak mengatakan begitu. Maksud saya, saya membenci segala kumpulan dan perayaan mereka. Jauhkan daripada Saya keramaian koor mereka, dan lagu-lagu nyanyian jemaat mereka, tidak mau Saya dengar. Yang penting biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.

W : Mengapa Bapak berkata begitu?

G : Sebab Saya tahu, bahwa banyak perbuatan mereka yang jahat. Mereka menjadikan orang benar terjepit. Mereka menerima uang suap. Mereka mengesampingkan orang miskin di pintu pengadilan negeri. Mereka benci kepada yang memberi teguran di koran. Mereka menginjak-injak orang yang kedudukannya lemah dan mengambil pajak dengan cara memeras. Mereka rakus.

W : Jadi, apa Bapak menganggap iman itu tidak berguna?

G : Maksud Saya, iman harus disertai perbuatan. Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.

W : Apa Bapak setuju Natal dirayakan dengan pesta?

G : Asal saja semua sampah bekas pesta itu dibuang pada tempatnya. Kota ini harus bersih.

W : Ada gereja yang merayakan kelahiran Bapak (Natal) dengan anggaran lebih dari lima juta rupiah, padahal ….

G : Peduli amat, itu uang mereka, asal saja uang halal, dan asal mereka ingat memberi kepada yang susah.

W : Tapi Natal dengan biaya di atas 5 juta itu kan termasuk mewah, Pak!

G : Ah, mengapa Saudara melihat selumbar di puncak Monas sedangkan bis bertingkat di dalam mata Saudara tidak Saudara ketahui. Jangan Saudara menghakimi orang lain mewah, padahal Saudara sendiri sekarang memakai baju safari yang begini mewah.

W : Apa Bapak setuju orang-orang merayakan Natal dengan pohon terang?

G : Mengapa tidak? Asal saja jangan menebang pohon cemara. Pakai saja pohon plastik. Kota ini perlu dihijaukan, sebab itu janganlah pohon cemara dikorbankan untuk Natal.

W : Menurut Bapak, kegiatan apa yang paling positif pada hari-hari Natal ini?

G : Ibadah yang murni di hadapan Allah ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka. Memberi bingkisan Natal kepada yang lapar, yang sakit, yang di dalam penjara.

W : Tapi hadiahnya jadinya kan untuk mereka, bukan untuk Bapak.

G : Segala sesuatu yang Saudara lakukan untuk salah seorang dari warga kota yang paling hina ini, Saudara telah melakukannya untuk saya.

W : Tapi, kami — wartawan — tidak pernah menerima hadiah Natal, Pak.

G : Adalah lebih bahagia memberi daripada menerima.

W : Pak, akhir-akhir ini kota kita sering banjir. Apa ini tanda akan kiamat?

G : Ah, Saudara ini sok beragama. Apa hubungan banjir dengan kiamat? Banjir ini karena kita suka buang sampah sembarangan, lalu sampah itu masuk ke got dan kali. Nah, got dan kali jadi dangkal. Akibatnya air meluap.

W : Pak, bagaimana caranya supaya lalu lintas di kota ini jangan macet?

G : Jangan ada yang naik mobil. Naik unta saja.

W : Apa pendapat Bapak tentang ….

G : Ah, sudah dulu. Marilah kita pergi ke tempat kerja kita masing- masing. Saya sekarang harus mendatangi beberapa kantor kelurahan di desa-desa tertinggal, karena untuk itu saya telah datang.

Catatan: Sebagian dari ucapan-ucapan tersebut di atas diangkat dari ayat-ayat Matius 23:6,7,14; Amsal 5:7-13; Yakobus 2:17; Matius 7:3; Yakobus 1:27; Matius 25:31-40; Kisah Para Rasul 20:36; Markus 1:38 Published in e-BinaAnak, 04 December 2003, Volume 2003, No. 155

KORONKA IN LATIN & INDONESIAN

KORONKA IN LATIN & INDONESIAN

Signum Crucis

[Tanda Salib]

In Nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti, Amen

Atas nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.

Pater Noster

[Bapa Kami]

Pater Noster qui es in caelis,

Bapa Kami yang ada di surga,

Sanctificetur Nomen tuum,

Dimuliakanlah nama-Mu,

Adveniat regnum tuum

Datanglah kerajaan-Mu

Fiat voluntas tua, sicut in caelo et in terra
Jadilah kehendak-Mu, diatas dibumi seperti di dalam surga.

Panem nostrum quotidianum da nobis hodie,

Berilah kami rejeki pada hari ini,

dimitte nobis debita nostra
dan ampunilah kesalahan kami,
Et nos dimittimus debitoribus nostris

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Ne nos inducas in tentationem

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Sed libera nos a malo

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Ave Maria

[Salam Maria]

Ave Maria, gratia plena, Dominus tecum

Salam Maria penuh rahmat. Tuhan sertamu.

Benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tuis Iesus

Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Sancta Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus

Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini,
Nunc et in hora mortis nostrae. Amen

sekarang dan pada waktu kami mati. Amin.

Symbolum Apostolorum

[Syahadat Para Rasul]

Credo in Deum, Patrem omnipotentem, Creatorem caeli et terrae

Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi,
Et in Iesum Christum, Filium eius unicum, Dominum nostrum,

dan akan Yesus Kristus Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
Qui conceptus est de Spiritu Sancto, natus ex Maria Virgine,

Yang dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria,
Passus sub Pontio Pilato,

Yang menderita sengsara, dalam masa Pontius Pilatus
Cruxifixus, mortuus et sepultus

Disalibkan wafat dan dimakamkan,
Descendit ad inferos, tertia die resurrexit a mortuis

yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati,
Ascendit ad caelos, sedet ad dexteram Patris omnipotentis

yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa,
Inde venturus est iudicare vivos et mortuos

dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati,
Credo in Spiritum Sanctum, sanctam Ecclesiam catholicam

Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus,
Sanctorum communionem, remissionem peccatorum

Persekutuan para kudus, pengampunan dosa,
Carnis resurrectionem, vitam aeternam, Amen

kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.

(Dimulai dengan dekade pertama, pada setiap manik Bapa Kami, ucapkan kata-kata berikut)
Sempiternus Pater, ad te sacrificum, corpus et sanguinis, spiritus et deitas

Bapa Yang Kekal, kupersembahkan pada-Mu: Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allah-an

Filius tuus dilectus, Domini nostri Iesu Christi

Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus,
Pro remissionem peccatorum nostram et toti mundi

demi penebusan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia

(Pada setiap manik Salam Maria, ucapkan kata-kata berikut)

Per plorabundum passum eum

Karena sengsara-Nya yang menyedihkan,
Miserere nobis et toti mundi

kasihanilah kami dan seluruh dunia.

(Setelah selesai 5 dekade, diakhiri dengan kata-kata berikut sebanyak 3x berturut-turut)
Sanctus Deus, Omnipotens Deus, Sempiternus Deus

Allah Yang Kudus, Allah Yang Maha Kuasa, Allah Yang Kekal,
Miserere nobis et toti mundi

kasihanilah kami dan seluruh dunia.

In Nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti, Amen

Atas nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.

Catatan :

a. Warna ungu : apabila dilakukan secara bersama atau ada pemimpin doa (bersahutan)

kecuali doa terakhir dilakukan bersama-sama 3x.

b. Warna pink : keterangan untuk Doa Khusus yang didaraskan pada awal (Bapa Kami atau

Salam Maria) dan doa terakhir.

+ SELAMAT + BERDOA +

+++alex+johannes+++

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.